http://panwaskabrohil.blogspot.co.id/
TUA ITU PASTI... DEWASA ITU PILIHAN... & MENJADI DIRI SENDIRI ITU JAUH LEBIH BAIK... DARI PADA MENJADI ORANG LAIN ...
Kamis, 28 September 2017
Sabtu, 05 Agustus 2017
DOSEN = GURU
Dosen adalah seorang guru.
Istilah dosen memang hasil naturalisasi
kosa kata dari bahasa Belanda. Tetapi filosofi yang mendasarikan
haruslah seorang guru. Keratabasa bahasa Jawa mengatakan bahwa
guru haruslah orang yang bisa “digugu” (dipercaya, dipegang ucapannya)
dan “ditiru” (dijadikan teladan)[1].
Ini bukan masalah mudah. Tradisi ketimuran yang kental dengan
nilai-nilai agama, sangat berbeda dengan tradisi barat yang cenderung
berbeda memandang filosofi guru. Ini bukan masalah baik atau buruk,
tetapi masalah perbedaan norma yang berlaku.
Dalam kemasan yang sangat elegan, Bapak Pendidikan Indonesia, Ki
Hajar Dewantara memberikan tiga resep singkat tetapi penuh makna.
Pertama, ing ngarsa sung tulada. Pendidik, termasuk dosen, ketika berada di depan haruslah dapat menjadi teladan, menjadi sumber inspirasi. Kedua, ing madya mangun karsa.
Ketika berada di tengah, dosen harus dapat menyebarkan semangat,
menumbuhkan kreativitas, dan menjadikan mahasiswa dapat menggali
kemampuan dirinya. Ketiga, tut wuri handayani. Dosen, ketika
harus berada di belakang karena mahasiswa sudah di “jalan yang benar”,
harus memberikan kepercayaan kepada mahasiswa, mendorong mahasiswa untuk
selalu maju dan bertepuk tangan memberikan semangat.
Ketiga hal ini pada intinya adalah untuk menjamin bahwa dosen dalam
“digugu” dan “ditiru”. Tanpa atribut ini nampaknya, pendidikan yang
memerdekakan dan menyentuk semua sisi manusia akan sangat sulit dicapai.
Di banyak negara maju yang cenderung sekuler, sistem pendidikan tidak
“dibebani” pendidikan akhlak atau mungkin menggunakan definisi akhlak
yang digunakan diperlonggar dan cenderung permisif. Beda halnya di
Indonesia. Pendidikan akhlak adalah amanah berat lembaga pendidikan di
Indonesia.
Amanah ini tidak mungkin dapat dijalankan dengan tanpa pengewantahan
filosofi “guru” ke dalam tindakan nyata oleh pada dosen. Semangat ini
sangat klop dengan semangat universal Islam yang diturunkan
untuk menyempurnakan akhlak manusia. Tanpa akhlak yang baik, yang
merupakan hasil dari upaya penggunaan segenap potensi kemanuasian kita,
nampaknya akan sulit membedakan manusia dengan binatang, dan kata
Al-Qur’an bahkan lebih rendah dibandingkan dengan binatang ternak.
Persis dengan jawaban saya ketika ditanya kawan dari negara maju yang
tidak lagi menganggap perlunya lembaga pernikahan dan memilih samboer atau samenleven. Mengapa harus nikah? Jawaban saya sambil lalu: Ya, supaya beda dengan binatang. Jawaban gojek
tanpa mengutuk seperti ini nampaknya malah mengena dengan baik. Ini
hanya contoh. Intinya adalah optimalisasi penggunaan semua potensi
kemanusiaan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.
Dalam Kitab Ta’limul Muta’allim (Az-Zarnuji, t.t.), disebutkan bahwa
guru yang dapat memberikan teladan adalah salah satu syarat keberhasilan
dalam menuntut ilmu. Lima syarat lain yang disebutkan dalam kitab
tersebut adalah intelejensi atau kecerdasan, ketekunan, kesabaran, dan
kecukupan bekal atau biaya, dan waktu yang cukup.
[1] Ada yang mengatakan bahwa keratabasa adalah hasil kreativitas atau otak-atik mathuk
atau kengawuran orang Jawa dan tidak berasal dari akar linguistik yang
semestinya. Bagi saya, ini adalah upaya memaknai kata. Contoh lain
adalah kuping (kaku tur njepiping), wedhang (ngawe kadang), sirah (isine mberah), gedhang (digeged sabubare madhang), gethuk (digeged karo manthuk-manthuk), gelas (yen tugel ora isa dilas), dan lain-lain. Istilah “guru” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang menurut Wikipedia artinya “one who is regarded as having great knowledge, wisdom and authority in a certain area, and who uses it to guide others.” Jadi keratabasa dari “guru” nampaknya pas dengan definisi asalnya.
Selasa, 15 Maret 2016
Arti Hidup itu Simple
Hidup adalah belajar
Belajar bersyukur meski tak cukup
Belajar ikhlas meski tak rela
Belajar sabar meski terbebani
Belajar tenang meski gelisah
Belajar percaya meski susah
Hidup adalah tantangan… Hadapilah!
Hidup adalah anugrah.. Terimalah!
Hidup adalah tugas.. Selesaikanlah!
Hidup adalah cita-cita.. Gapailah!
Hidup adalah keindahan.. Bersyukurlah!
Quote : Rofeq Yusro
Quote di atas dalam sekali artinya menurut saya. Saya merasa beruntung bisa menemukan kata-kata luar biasa di atas. Sebuah cuplikan yang membuat saya agak merinding membacanya. Di postingan ini akan saya ulas bagaimana cara pandang saya terhadap kata-kata yang dibuat oleh kakaknya teman sekelas saya yang bernama Afif Yusro.
Kita mulai dari paragraph pertama.
Belajar bersyukur meski tak cukup
Belajar ikhlas meski tak rela
Belajar sabar meski terbebani
Belajar tenang meski gelisah
Belajar percaya meski susah
Di ulas lebih dalam.. kehidupan selalu berakhir dengan keindahan apabila kita selalu bersyukur. Hidup dimulai dengan belajar. Belajar bersyukur adalah langkah pertama untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Bersyukur meski kita merasa tak cukup. Namun sebenarnya, rasa tak cukup datangnya dari dalam diri sendiri. Apabila kita senantiasa berbaik hati pada Allah, kita akan selalu merasa cukup. Karena Allah selalu mencukupkan kehidupan setiap hambaNya.
Hidup itu juga belajar untuk ikhlas, dan sabar. Ikhlas jika kita tak rela. Ketidakrelaan datangnya dari dalam diri kita sendiri. Sebenarnya yang ketidakrelaan itu muncul dari ketidakrasa bersyukur yang selalu timbul dalam diri kita. Jika kita bersyukur, kita akan selalu ikhlas. Karena apa yang kita miliki selalu kita syukuri dan kita sadar semua dari Allah. Hidup membuat kita belajar arti sabar. Dengan senantiasa ikhlas, rasa sabar akan terbentuk dari dalam diri kita. Sabar adalah posisi di mana kita selalu bersyukur, dan ikhlas apa yang kita alami.
Hidup itu belajar tenang dan percaya. Percaya dalam arti kita senantiasa yakin bahwa kehidupan yang kita jalani memang di desain oleh Allah khusus untuk kita. Mendewasakan diri kita. Menaikkan derajat diri kita, dan senantiasa membuat kita mengingat kuasaNya. Sebelum percaya, kita harus belajar untuk tenang. Ketenangan membuat ketentraman dalam hidup kita. Ketenangan membuat semua menjadi lebih baik. Ketenangan adalah cara kita untuk membuat hidup kita semakin indah dan damai.
Kesimpulan pada paragraph pertama, adalah untuk mendapatkan keindahan dalam hidup. Dijelaskan di atas bahwa hidup dimulai dari bersyukur. Dengan bersyukur kita akan senantiasa ikhlas dan sabar dalam menghadapi tiap cobaan yang ada. Jika sudah begitu, rasa tenang dalam hidup akan hadir menemani kita. Membuat hidup kita senantiasa lebih baik meski semua cobaan yang ada membuat orang-orang berpikir betapa mirisnya kita. Ketenangan akan membuat kita percaya. Bahwa hidup yang kita jalani benar-benar baik dan bermanfaat bagi kita. Karena hidup adalah belajar. Karena hidup adalah cara Allah memberi kita pelajaran untuk menempuh hal yang lebih baik.
Kita pindah ke paragraph ke dua
Hidup adalah tantangan… Hadapilah!
Hidup adalah anugrah.. Terimalah!
Hidup adalah tugas.. Selesaikanlah!
Hidup adalah cita-cita.. Gapailah!
Hidup adalah keindahan.. Bersyukurlah!
Hidup itu suatu tantangan yang harus kita hadapi. Tantangan yang senantiasa membuat kita semakin kuat. Dengan adanya tantangan kita akan merasa lebih baik. Meski sebelumnya keburukan seolah selalu mendera kehidupan kita. Tantangan tidak untuk di hindari. Tapi tantangan harus kita hadapi. Itulah arti hidup sesungguhnya.
Hidup itu suatu anugrah. Anugrah yang tak ada hingganya yang tidak bisa kita tukar dengan apapun. Kehidupan memeperkenalkan kita akan banyak hal. Banyak sekali. Mulai dari kasih sayang hingga kebencian. Kehidupan memberikan kita semua yang kita butuhkan. Kehidupanlah yang membuat kita selalu merasa bahwa kita ini ada. Ada dan pernah diciptakan oleh yang Maha Esa.
Hidup itu tugas. Bahkan sejak kita lahir kita di tugaskan untuk membuat orang-orang sekitar kita tersenyum. Hidup tak ubahnya dari Pekerjaan Rumah anak SMA yang harus diselesaikan dengan baik dan sungguh-sungguh. Yang mengukur kita berhasil atau tidak itu usaha kita. Bukan hasil semata. Karena kehidupan tak membutuhkan hasil yang baik di mata orang-orang. Tapi hasil yang baik di mata Allah. Dan Allah menginginkan proses yang baik dalam hidup kita. Jika tidak, tidak ada gunanya. Kehidupan bak tugas yang harus dipandang penting dan wajib diselesaikan.
Hidup itu cita-cita. Apa? Tentu saja menjadi bahagia. Bahagia baik di dunia maupun di akhirat kelak. Tugas kita, menggapainya. Hidup adalah cita-cita, berarti hidup merupakan suatu jembatan untuk menggapai cita-cita kita. Hidup yang sukses yang kita dan Tuhan sendiri yang bisa mengukurnya. Dan itulah cita-cita kita. Menjadikan hidup kita sukses.
Hidup adalah keindahan, apabila kita selalu bersyukur. Kita harus belajar bersyukur meski tak cukup. Jika sudah begini. Kita akan kembali lagi untuk mengulas bagaimana bersyukur membuat kita untuk ikhlas, sabar, tenang, dan percaya. Karena tanpa bersyukur, tujuan hidup sukses dan keindahannya tak akan pernah kita gapai.
Jadi, poinnya. Belajarlah Bersyukur, maka keindahan akan datang pada hidup kita.
LINK : https://ryanwijayanotes.wordpress.com/2014/02/05/hidup-adalah-be/
HIDUP BERAWAL DARI MIMPI
Lirik lagu: Hidup Berawal Dari Mimpi (Feat. Fade2Black)
Yo kujelang matahari dengan segelas teh panas
Di pagi ini ku bebas, karna nggak ada kelas
Di ruang mata ini kamar ini srasa luas
Letih dan lelah juga, lambat lambat terkuras
Teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas
Mulai ku tulis semua kehidupan di kertas
Hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas
Perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas
Tinta yang keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yang kurasa
Dalam hati ini ingin kuubah semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa
Reff:
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Yo yo dunia memang tak selebar daun kelor
Akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor
Membuka mata hati demi sebuah cita-cita
Mlangkah pasti, pena dan tinta berbicara
Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
Sbagai bintang hiburan, dan terus melayang
Tak heran ragaku, terbalut lebel mewah
Cerminan seorang raja dalam crita Cinderella
Ini bukan mimpi atau halusinasi
Sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti
Hasil kerja keras ku terbayarkan lunas tuntas
Melakoni jati diri sampe puas
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Akh jack one two yo
Jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
Mlangkah menuju titik, lakukan yang terbaik
Ku ketatkan tekad dan niat agar melesat
Sperti rudal squad, mimpiku kan kudapat
Mencari tepuk tangan atas karya keringatku
Bukan satu yang ingin aku tuju
Naik keatas pentas, agar orang puas
Dapat applause, cek atau pun uang kertas
Yo cari sensasi ataupun kontroversi uh-oh
Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi
Dari mimpi semua hal dapat terjadi
Maka lemparkan sayap dan terbanglah yang tinggi
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Agar semua terjadi, hingga kelak kau mati
Agar semua terjadi, hingga kelak kau mati
Di pagi ini ku bebas, karna nggak ada kelas
Di ruang mata ini kamar ini srasa luas
Letih dan lelah juga, lambat lambat terkuras
Teh sudah habis, kerongkongan ku pun puas
Mulai ku tulis semua kehidupan di kertas
Hari hari yang keras, kisah cinta yang pedas
Perasaan yang was was, dan gerakku yang terbatas
Tinta yang keluar dari dalam pena
Berirama dengan apa yang kurasa
Dalam hati ini ingin kuubah semua
Kehidupan monoton penuh luka putus asa
Reff:
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Yo yo dunia memang tak selebar daun kelor
Akal dan pikiran ku pun tak selamanya kotor
Membuka mata hati demi sebuah cita-cita
Mlangkah pasti, pena dan tinta berbicara
Tetapkan pilihan tuk satu kemungkinan
Sbagai bintang hiburan, dan terus melayang
Tak heran ragaku, terbalut lebel mewah
Cerminan seorang raja dalam crita Cinderella
Ini bukan mimpi atau halusinasi
Sebuah anugerah yang akan ku nikmati nanti
Hasil kerja keras ku terbayarkan lunas tuntas
Melakoni jati diri sampe puas
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Akh jack one two yo
Jalan sedikit tersungkur terjungkir terbalik
Mlangkah menuju titik, lakukan yang terbaik
Ku ketatkan tekad dan niat agar melesat
Sperti rudal squad, mimpiku kan kudapat
Mencari tepuk tangan atas karya keringatku
Bukan satu yang ingin aku tuju
Naik keatas pentas, agar orang puas
Dapat applause, cek atau pun uang kertas
Yo cari sensasi ataupun kontroversi uh-oh
Bukan caraku agar hidupku rekonstruksi
Dari mimpi semua hal dapat terjadi
Maka lemparkan sayap dan terbanglah yang tinggi
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi, agar semua terjadi
Rasakan semua, peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia, hingga kelak kau mati
Agar semua terjadi, hingga kelak kau mati
Agar semua terjadi, hingga kelak kau mati
Kamis, 15 Oktober 2015
Jumat, 25 September 2015
Jadwal lengkap 8 besar Piala Presiden 2015
26 September 2015:
15.00 WIB – PSM Makassar vs Mitra Kukar
18.00 WIB – Persib Bandung vs Pusamania Borneo FC
27 September 2015:
15.00 WIB – Sriwijaya FC vs Persebaya United
18.00 WIB – Bali United vs Arema
Kamis, 19 Maret 2015
Rabu, 04 Maret 2015
komponen komputer
Kali ini saya akan berbagi pengertian tentang macam-macam komponen komputer yang terbagi menjadi 3 kategori, yaitu INPUT, PROSES, & OUTPUT.
Komponen komputer yang termasuk pada komponen Input adalah:
- Keyboard, merupakan komponen yang berfungsi untuk memberikan masukan berupa data-data alfanumerik dan interpretation ASCII lainnya.
- Mouse. merupakan komponen yang sangat berfungsi dalam komputer yang menggunakan sistem operasi berbasis GUI, dimana dalam pengopersiannya akan berhubungan dengan pointer yang ada di layar guard yang befungsi untuk mempercepat atau mempermudah dalam pengoperasian perintah-perintah module dalam komputer.
- Trackpad, Trackball, sama dengan mouse. Yang membedakannya adalah bentuknya.
- Pen, digunakan sebagai pengganti pionter mouse. Biasanya digunakan pada komputer yang memiliki layar sentuh. Untuk memerikan perintah tertentu, tidak lagi menggunakan mouse, tapi tinggal menyentuhkan coop ke GUI di layar sentuh.
- Microphone, komponen masukan yang memberikan interpretation masukan berupa interpretation suara.
- Scanner, digunakan untuk memindai gambar yang akan dimasukkan ke dalam sistem komputer menjadi berbentuk digital.
Komponen komputer yang termasuk pada komponen Output adalah:
- Monitor, komponen yang menampilkan proses atau apa yang sedang dikerjakan oleh komputer. Termasuk menampilkan interpretation hasil pengolahan.
- Printer, untuk menampilkan atau mencetak interpretation dari komputer.
- Plotter, sama dengan printer. Yang membedakannya adalah kemampuan pencetakan datanya.
- Speaker atau Buzzer. Untuk menyampaikan informasi atau interpretation hasil pengolahan dalam bentuk gelombang suara.
Komponen komputer yang termasuk pada komponen Pemroses adalah Prosesor beserta dengan perangkat pendukungnya:
- Prosesor, merupakan komponen utama pemrosesan data. Di dalam komponen ini seluruh interpretation diproses berdasarkan module yang dijalankan.
- Motherboard, merupakan komponen yang menjadi tempat semua komponen berhubungan. Semua komponen mulai dari input, prosesor hingga output, berhubungan melalui komponen ini.
- Hard Disk, merupakan komponen yang berfungsi untuk menyimpan interpretation dan module yang diperlukan oleh seluruh komponen (komputer). Komponen lainnya yang fungsinya sama dengan tough hoop adalah Disk Drive (CD, DVD), Floppy-Drive.
- Memori (RAM), merupakan tempat penyimpanan interpretation dan module yang sifatnya sementara yang digunakan untuk mempercepat proses dari kerja prosesor.
- Komponen
Perantara antara Prosesor dengan Input dan Output. Komponen ini
umumnya berbentuk komponen tambahan berupa kartu atau Slot
/Port:
- Kartu VGA, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan layar penampil (monitor).
- Kartu Audio, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan speaker.
- Kartu Firewire, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan komponen submit berkecepatan tinggi seperti kamera video.
- Kartu TV Tuner, merupakan perantara antara Prosesor (dan komponen pendukungnya) dengan komponen submit untuk menerima siaran televisi.
Minggu, 26 Oktober 2014
8 Prinsip Agar Pernikahan Langgeng
Pernikahan
yang langgeng merupakan impian terbesar semua pasangan suami istri. Dengan
jangka waktu pernikahan yang langgeng maka diharapkan anggota keluarga bisa
menjalani hidup secara damai, bahagia dan penuh kasih sayang.
Berbagai macam masalah dan godaan yang menerpa bisa saja menjadi pemicu goyah dan retak biduk rumah tangga. Diperlukan suatu upaya antisipasi atau strategi yang sudah direncanakan dan ditetapkan dari suami dan istri sebagai pedoman dan landasan kuat dalam mengarungi kehidupan rumah tangga hingga sepanjang waktu.
Tahukah anda, ada berbagai cara agar rumah tangga bisa langgeng dan kokoh berjalan di zaman sekarang yang penuh tantangan, godaan dan problematika yang begitu rumit?
Disini ada beberapa prinsip hidup yang bisa diterapkan dan dijalankan bagi suami istri dalam rumah tangga supaya pernikahan menjadi langgeng dan bahagia.
1. Kejujuran
Saling jujur terhadap berbagai hal bisa menjadi membuat pondasi pernikahan anda semakin kuat seiring berjalannya waktu. Mulianya kejujuran yang menghiasi rumah tangga nantinya membuahkan saling percaya antara anggota keluarga.
2. Pengertian
Setelah anda menikah, adanya saling pengertian antara suami dan istri begitu penting karena setiap kondisi diperlukan pada saat tertentu agar pasangan anda tidak merasa terganggu, kesal, dan tenang.
3. Tolong Menolong
Pasangan anda tidak bisa bekerja sendiri dalam mengerjakan berbagai hal dalam rumah tangga. Untuk itu diperlukan saling tolong antara suami dan istri apapun yang bisa dilakukan dalam rumah tangga. Contoh ketika istri yang sedang memasak sendirian, suami sebaiknya membantu pekerjaan istri yang sedang memasak di dapur. Sehingga istri bisa merasakan bantuan dari suami dan beban menjadi terbagi dua dan lebih ringan.
4. Menasehati
Setiap orang tidak akan terlepas dari kesalahan. Ketika pasangan melakukan kesalahan, hendaknya saling menasehati secara baik-baik dan sopan. Tujuan anda menasehatinya adalah bahwa anda menyayanginya dan menginginkan kebaikan untuk pasangan anda.
5. Lemah Lembut
Bicaralah selalu kepada pasangan anda dengan cara lemah lembut, tidak bernada tinggi dan berkata kasar. Anda tentu bisa membedakan mana yang lebih baik untuk diucapkan dan didengarkan. Jalinlah komunikasi yang lemah lembut terhadap pasangan anda agar suasana rumah tangga menjadi tetap terjaga dan terhindar dari percekcokan.
6. Sabar
Setiap muncul masalah, tetaplah dahulukan sabar. Kesabaran akan membuat pikiran anda tetap jernih dan bisa lebih membuat kondisi rumah tangga tetap kondusif dan meminimalisir timbulnya permasalahan baru. Kesabaran dibutuhkan juga ketika anda melihat pasangan anda memiliki beberapa kekurangan dan kelemahan. Tidak ada manusia sempurna, sabar menerima apapun dan tetap berikan yang terbaik pada pasangan.
7. Bersyukur
Apa yang ada pada diri pasangan anda dan yang dia berikan, selalu bersyukurlah. Karena dengan bersyukur, anda bisa menghargai setiap usaha dan perjuangan yang telah diberikan pasangan kepada anda sebagai bukti bahwa dia mencintai dan mengasihi anda. Selain itu, pasangan juga akan merasa bahagia dan senang ketika anda mengucapkan rasa terima kasih.
8. Romantis
Sejak menjalin cinta, jadikanlah romantisme dalam pernikahan anda menjadi pewangi yang selalu mengharumi suasana hidup rumah tangga anda. Kemesraan adalah keinginan batin manusia dalam mencurahkan kasih sayang dan rindu.
Berbagai macam masalah dan godaan yang menerpa bisa saja menjadi pemicu goyah dan retak biduk rumah tangga. Diperlukan suatu upaya antisipasi atau strategi yang sudah direncanakan dan ditetapkan dari suami dan istri sebagai pedoman dan landasan kuat dalam mengarungi kehidupan rumah tangga hingga sepanjang waktu.
Tahukah anda, ada berbagai cara agar rumah tangga bisa langgeng dan kokoh berjalan di zaman sekarang yang penuh tantangan, godaan dan problematika yang begitu rumit?
Disini ada beberapa prinsip hidup yang bisa diterapkan dan dijalankan bagi suami istri dalam rumah tangga supaya pernikahan menjadi langgeng dan bahagia.
1. Kejujuran
Saling jujur terhadap berbagai hal bisa menjadi membuat pondasi pernikahan anda semakin kuat seiring berjalannya waktu. Mulianya kejujuran yang menghiasi rumah tangga nantinya membuahkan saling percaya antara anggota keluarga.
2. Pengertian
Setelah anda menikah, adanya saling pengertian antara suami dan istri begitu penting karena setiap kondisi diperlukan pada saat tertentu agar pasangan anda tidak merasa terganggu, kesal, dan tenang.
3. Tolong Menolong
Pasangan anda tidak bisa bekerja sendiri dalam mengerjakan berbagai hal dalam rumah tangga. Untuk itu diperlukan saling tolong antara suami dan istri apapun yang bisa dilakukan dalam rumah tangga. Contoh ketika istri yang sedang memasak sendirian, suami sebaiknya membantu pekerjaan istri yang sedang memasak di dapur. Sehingga istri bisa merasakan bantuan dari suami dan beban menjadi terbagi dua dan lebih ringan.
4. Menasehati
Setiap orang tidak akan terlepas dari kesalahan. Ketika pasangan melakukan kesalahan, hendaknya saling menasehati secara baik-baik dan sopan. Tujuan anda menasehatinya adalah bahwa anda menyayanginya dan menginginkan kebaikan untuk pasangan anda.
5. Lemah Lembut
Bicaralah selalu kepada pasangan anda dengan cara lemah lembut, tidak bernada tinggi dan berkata kasar. Anda tentu bisa membedakan mana yang lebih baik untuk diucapkan dan didengarkan. Jalinlah komunikasi yang lemah lembut terhadap pasangan anda agar suasana rumah tangga menjadi tetap terjaga dan terhindar dari percekcokan.
6. Sabar
Setiap muncul masalah, tetaplah dahulukan sabar. Kesabaran akan membuat pikiran anda tetap jernih dan bisa lebih membuat kondisi rumah tangga tetap kondusif dan meminimalisir timbulnya permasalahan baru. Kesabaran dibutuhkan juga ketika anda melihat pasangan anda memiliki beberapa kekurangan dan kelemahan. Tidak ada manusia sempurna, sabar menerima apapun dan tetap berikan yang terbaik pada pasangan.
7. Bersyukur
Apa yang ada pada diri pasangan anda dan yang dia berikan, selalu bersyukurlah. Karena dengan bersyukur, anda bisa menghargai setiap usaha dan perjuangan yang telah diberikan pasangan kepada anda sebagai bukti bahwa dia mencintai dan mengasihi anda. Selain itu, pasangan juga akan merasa bahagia dan senang ketika anda mengucapkan rasa terima kasih.
8. Romantis
Sejak menjalin cinta, jadikanlah romantisme dalam pernikahan anda menjadi pewangi yang selalu mengharumi suasana hidup rumah tangga anda. Kemesraan adalah keinginan batin manusia dalam mencurahkan kasih sayang dan rindu.
Minggu, 17 November 2013
Gunung Merapi Meletus, Asap Setinggi 2 Km
VIVAnews - Gunung Merapi meletus Senin pagi 18 November 2013. Letusan gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini memunculkan asap tebal dan abu vulkanik setinggi 2.000 meter.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Merapi menggeliat sekitar pukul 04.50-06.00 WIB. Hembusan asap itu, kata dia, disertai suara gemuruh. Meski erupsi, Merapi berstatus normal aktif (level I).
Sutopo mengungkapkan, letusan Merapi itu dipicu oleh gempa tektonik lokal di bawah tubuh Gunung Merapi. "Sebelumnya tidak ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi. Tipe letusannya adalah letusan freatik," jelas Sutopo.
Letusan freatik adalah letusan yang berasal dari dalam lapisan litosfer akibat meningkatnya tekanan uap air. Mekanisme letusan freatik terjadi apabila air hujan jatuh ke permukaan tanah dan bersentuhan dengan magma atau tubuh batuan panas lainnya. Air yang terpanaskan akan terbentuk akumulasi uap bertekanan tinggi. "Tekanan yang terus bertambah akan menghancurkan lapisan penutupnya," kata Sutopo.
Letusan hari ini, menurut dia, mirip dengan letusan pada 22 Juli 2013 lalu di mana Merapi tiba-tiba meletus di pagi hari. "Tapi, hari ini lebih besar dibandingkan letusan bulan Juli itu," kata dia.
Sebelumnya, Merapi meletus hebat beberapa kali pada 2010. Kala itu, juru kunci Merapi, Mbah Maridjan ikut dalam korban tewas.
Sumber :
Sabtu, 16 November 2013
BUKU GEOGRAFI SMA/MA BSE (BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK)
GURU BIDANG STUDI GEOGRAFI :
MISKUN, SE., MM.
MISKUN, SE., MM.
SIMPATI : 0812 7526 5459
XL : 0818 0273 0609
BERIKUT LINK BUKU-BUKU GEOGRAFI SMA/MA BSE :
KELAS X :
KELAS XI :
1. Buku Geografi SMA/MA Kelas XI - Dibyo Soegimo, Ruswanto
2. Buku Geografi SMA/MA Kelas XI - Bambang Utoyo
3. Buku Geografi SMA/MA Kelas XI - Kuswardoyo
4. Buku Geografi SMA/MA Kelas XI - Nurmala Dewi
5. Buku Geografi SMA/MA Kelas XI - Sandra Yosepana
6. Buku Geografi SMA/MA Kelas XI - Danang Endarto, Sarwono, Singgih Prihadi
7. Buku Geografi SMA/MA Kelas XI - Eni Anjayani, Tri Haryanto
8. Buku Geografi SMA/MA Kelas XI - Siti Azizah Susilawati, Sumardi, Muhammad Amin Sun
KELAS XII :
1. Buku Geografi SMA/MA Kelas XII - Saptanti Rahayu, Eny Wiji Lestari, Maryadi.
2. Buku Geografi SMA/MA Kelas XII - Bambang Utoyo
3. Buku Geografi SMA/MA Kelas XII - Nurmala Dewi
4. Buku Geografi SMA/MA Kelas XII - Danang Endarto, Sarwono, Singgih Prihadi
5. Buku Geografi SMA/MA Kelas XII - Bagja Waluya
6. Buku Geografi SMA/MA Kelas XII - Eni Anjayani, Tri Haryanto
7. Buku Geografi SMA/MA Kelas XII - Eko Titis Prasongko, Rudi Hendrawansyah
Geografi MA - X
CARA DOWNLOAD BUKU-BUKU BSE (BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK)
1. BUATLAH EMAIL ( kalau belum punya).
2. DAFTAR DAN IKUTI LANGKAH-LANGKAHNYA SAMPAI PROSES PENDAFTARAN AKUN ANDA SELESAI
3.VERIVIKASI AKUN ANDA (buka email anda kemudian pilih inbok/kotak masuk lalu klik huruf / tulisan yang berwarna biru).
4. SELESAI .... SELAMAT MENIKMATI.

Kamis, 14 November 2013
PEMIMPIN PERADABAN
Pemimpin peradaban adalah mereka yang tidak asyik dan sibuk membentuk citra diri lewat cameragenik dan auragenik
(tv, baliho, spanduk dan sejenisnya), tetapi mereka memang pemimpin di
alam realitas yang hadir untuk meluruskan peradaban yang sengaja
dibengkokkan kaum matereliastik dan hedonistik. Pemimpin peradaban
bukanlah mereka yang sering mengunakan agama dan budaya luhur sebagai
kuda tunggangan sesaat untuk mencapai niat kekuasaan yang mereka
sembunyikan. Pemimpin peradaban adalah manajer untuk semua budaya dan
sistem sosial yang ada. Pemimpin peradaban adalah mereka yang tegar
mampu memposisikan diri sebagai tiang penyagga peradaban luhur.
Cita-cita mulia mencari
pemimpin peradaban sebagaimana digambarkan di atas, mestinya harus
diinformasikan kepada segenap elemen masyarakat, agar jangan sampai
bangsa terlalu jauh terpuruk ke ambang kehancuran peradaban.
Pemilihan kepala daerah (pilkada), pemilihan legislatif dan pemilihan
presiden sebagai sarana demokrasi untuk melahirkan pemimpin formal
hendaknya tidak saja dilakukan sekadar memenuhi standar demokrasi
prosedural, akan tetapi juga harus diarahkan pada demokrasi
substansial dan berkeadaban.
Kemauan dan Kapasitas
Mencari sosok manusia yang
diharapkan dapat menjadi pemimpin peradaban tentu bukanlah hal yang
mudah, tetapi tidak mustahil, ia pastilah ada. Pemimpin peradaban yang
dibutuhkan di era digital dan serba instan ini adalah mereka yang
tidak mudah dikendalikan keadaan, tetapi justru dia yang
mengendalikan situasi. Kemauan (ability) dan kemampuan (capacity)
pemimpin peradaban adalah modal dasar yang harus kuat dan mendarah
daging di dalam dirinya. Manusia sebagai makhluk pengubah sejarah
tidak boleh mudah diubah oleh sejarah, tetapi justru manusia yang
membuat sejarah. Berbuat dan bekerja adalah kata kunci untuk
menjadikan manusia bisa membuat sejarah.
Piranti pendukung yang hendaknya terus dibangun dan dikembangkan pada setiap diri pemimpin adalah kemauan (ability).
Kemauan untuk terus belajar dan mengajar dengan menggunakan semua
kesempatan dan media tersedia. Kemauan meluruskan niat dan orientasi
hidup, bahwa hidup adalah nilai yang ditorehkan. Kemauan untuk tetap istiqamah
pada lajur pemimpin yang benar dan baik. Kemauan dan niat diri bahwa
menjadikan jabatan pemimpin yang disandangnya itu adalah mulia dan
terhormat. Pemimpin peradaban adalah jalan hidup yang diridai Allah.
Pemimpin juga harus memiliki kemauan tinggi untuk meningkatkan
kualitas pengetahuan dan perilaku hidupnya. Pemimpin hendaknya
tidak boleh absen belajar dan mengajar (long life education, minal mahdi ilal lahdi).
Pemimpin juga dituntut meningkatkan kapasitas dirinya (capacity).
Kapasitas dalam artian lebih dari sekadar kompetensi. Kompotensi
adalah seperangkat kemampuan pelaksanaan tugas profesional yang
diemban. Kapasitas diri pemimpin tidak saja sebagai seorang
profesional, tetapi ia juga leader dan tokoh di lingkungan
kelompok masyarakat. Kapasitas diri yang melewati ambang batas
profesionalnya, karena pemimpin juga insan pilihan di lingkungan di
mana mereka hidup. Pemimpin berkapasitas adalah, pemimpin yang juga
menjadi ikutan di masyarakat. Tidak pemimpin yang hanya tahu dengan
tugas pokoknya saja, tetapi ia juga peduli dengan situasi sosial di
tempat ia hidup.
Piranti penting yang tidak
boleh tergores oleh seorang pemimpin adalah komitmen dirinya sebagai
pemimpin. Komitmen pada tugas, etika dan kepatutan yang harus
dicerminkan seorang pemimpin. Pemimpin berkomitmen tinggi adalah
mereka yang tidak mudah luntur oleh iming-iming materialistik.
Pemimpin yang berkomitmen tinggi adalah mereka yang menjadikan diri
sebagai syuhada’ di jalan Allah lewat jalur
kepemimpinannya. Pemimpin yang lebih mengutamakan
kepemimpinan sebagai misi hidup, ketimbang profesi hidup.
Cerdas, Profesional dan Bermartabat
Keniscayaan dari perubahan
memang menuntut seorang pemimpin terus mencerdaskan diri dan
mencerdaskan masyarakat yang dipimpinnya. Kecerdasan pemimpin bukan
sekadar kemampuan menyelesaikan tugas-tugas fungsional dan
strukturalnya, akan tetapi ia juga dihadapkan pada problema sosial
begitu komplet. Pemimpin harus cerdas, cerdas mengatasi masalah, tanpa
harus mengeluh dan menyalahkan zaman, apalagi menyalahkan orang-orang
yang dipimpinnya. Pemimpin adalah kelompok minoritas kreatif dan
inovatif dalam menyelesaikan apa pun masalah yang dihadapinya.
Pemimpin cerdas adalah pemimpin tidak saja terpaku pada tugas
rutinnya, tetapi juga memiliki ketajaman indera dalam menangkap dan
memberikan solusi terhadap fenomena sosial tengah mempengaruhi
anak-anak bangsa, untuk dicarikan solusinya.
Cerdas intelektual, emosional
dan spiritual yang menjadi modal dasar seorang pemimpin hendaknya dapat
pula dikembangkan pada lingkungan sekitar pemimpin itu dan masyarakat
luas. Pemimpin cerdas bukan sekadar memiliki kekuatan intelektual
belaka. Justru, ia juga mempunyai leadership yang tangguh dan
mempunyai kekuatan spiritual yang jernih. Pemimpin yang cerdas adalah
mereka yang bisa memposisikan dirinya sebagai pusat perubahan (centre of change)
ke arah kemajuan dan kebaikan. Pemimpin yang mempunyai spiritual
jernih adalah mereka yang dapat menjadi tokoh panutan. Kharisma
kepemimpinannya tumbuh karena akhlak dan keteladanan hidup yang
diperagakan dalam kesehariannya. Pemimpin yang dapat menjadikan performance-nya sebagai teladan.
Pemimpin cerdas adalah juga
pemimpin profesional. Profesional adalah pemimpin yang memiliki
kemampuan terukur sesuai parameter yang ditetapkan. Profesionalitas
pemimpin menjadi keharusan, karena perkembangan kehidupan menuntut
pembagian tugas hidup yang jelas. Pemimpin profesional adalah para
pemimpin yang memiliki skill khusus dalam bidang yang
ditekuninya, dan kemudian mereka diberikan dasar yuridis lewat mandat
surat keputusan. Akhirnya, akan mereka pertanggungjawabkan. Di pihak
lain, pemimpin profesional setelah mendapatkan haknya, juga hendak
menyadari dan melakukan dengan sungguh-sungguh kewajibannya menata dan
meningkatkan kinerja kepemimpinannya.
Cerdas dan profesional saja
tidak cukup untuk seorang pemimpin, karena pemimpin adalah orang yang
akan menjadi imam dalam perubahan, maka pemimpin harus memiliki
martabat diri yang tinggi. Akhlak mulia sebagai jati seorang
pemimpin tidak dapat diremehkan sedikit jua pun. Cacat moral, rendah
akhlak, runtuhnya martabat pemimpin adalah alamat bangsa akan binasa.
Kualitas moral, akhlak dan martabat pemimpin akan sangat besar
sumbangannya bagi kepribadian masyarakat yang dipimpinnya. Sepintar apa
pun seorang pemimpin, tetapi bila ia rusak moral atau rendah martabat
dirinya, maka ia akan menjadi tidak cukup kuat mempengaruhi masyarakat
menjadi orang baik.
Martabat diri pemimpin adalah
kepribadian tulus ikhlas, berjiwa jernih, tidak ambisius kelewatan,
dan menghargai anak bangsa. Pemimpin bermartabat adalah pemimpin
menjadikan tugas dan kewajibannya sebagai ibadah dan panggilan
hidupnya. Pemimpin tidak mudah pesimis menghadapi tantangan, tetapi
mereka optimis dan terus bersemangat menjalani masalah. Pemimpin
bermartabat adalah sang pemimpin tidak mudah menggadaikan tugas
menjadi pemimpin sekadar lembaran rupiah, tetapi istiqamah dan memiliki komitmen diri.
PILIH PEMIMPIN YANG PROFESIONAL
A. Pemimpin yang Profesional
Sebelum
Rasulullah wafat, beliau telah mengangkat Usamah Bin Zaid yang ketika
itu berusia 17 tahun untuk memimpin pasukan Muslim menghadapi kaum
kafir. Padahal dibelakang Usamah berdiri sahabat-sahabat utama
Rasulullah yang sudah malang melintang menemaninya berjuang menegakan
agama Islam. Tapi amanat panglima perang Rasulullah berikan kepada
seorang pemuda pemberani, Usamah.
Ketika
Rasulullah wafat dan Abu Bakar didaulat untuk menjadi Khalifah. Dalam
suasana Umar r.a mengajukan usul (dalam terjemahan bebas) “Ya Amiral
Mu'mimin, Usamah ini masih terlalu muda untuk memimpin pasukan perang,
dia belum banyak berpengalaman membawahi pasukan sebanyak ini.
Bagaimana kalo kita ganti saja Usamah ?” ujar Umar r.a. “Kuburan
Rasullullah masih basah, apakah engkau sudah berani mencabut
ketetapannya?” jawab Abu Bakar berang. Umar pun segera beristighfar,
memohon ampunan kepada Allah SWT.
Ketika
pasukan mau berangkat menuju medan perang, Abu Bakar maju ke depan
barisan menghampiri Usamah yang sudah siap berangkat. “Wahai Usamah, bolehkah aku meminta fulan, fulan tidak ikut berperang bersama engkau. Saya membutuhkannya untuk membantu
mengurusi
umat di sini,” pinta Abu Bakar. “Jangan meminta begitu Amirul Mu'minin,
engkau punya hak untuk memerintahkan orang-orang tersebut untuk tinggal
bersamamu di sini,” jawab Usamah penuh hormat.
Penggalan
sirrah nabawiah ini sengaja saya sajikan sebagai pembuka dengan tujuan
untuk menunjukan bahwa betapa sahabat Rasul yang utama memiliki jiwa
profesionalitas yang tinggi, mengesampingkan senioritas yang sudah
terbentuk sebelumnya. Profesional didefinisikan sebagai kemampuan
menangani amanah, pekerjaan yang dibebankan kepada sesesorang dengan
berlatar belakang ilmu dan kapasitas yang dimilikinya. Tanpa melihat usia atau lama dia bekerja pada sebuah perusahaan.
Profesionalitas ini menjadi kata kunci bagi siapa pun atau masyarakat manapun yang ingin maju dan sejahtera. Tanpa
sikap ini seorang Pemimpin atau masyarakat tidak akan memperoleh
kemajuan berarti. Seorang Pemimpin yang dengan bangganya mengatakan :
“Saya lebih senior dan berpengalaman dari Anda, jangan harap Anda bisa
membawa masyarakat ke arah kemajuan dan kesejahteraan, keculai saya!.”
Tanpa ada peningkatan kemampuan dan kapabilitas pribadinya, sang
pemimpin akan tergerus oleh kegagalan seiring dengan berlalunya waktu
dan kesempatan yang diberikan kepadanya oleh masyarakat.Oleh sebab itu,
sang pemimpin dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan
serta kapabilitasnya agar menjadi lebih profesional.
Kenapa
sikap profesionalitas ini penting? Karena negara, masyarakat dan bangsa
akan terus berkembang dengan tantangan-tantangan yang semakin
kompleks. Tanpa dibarengi dengan peningkatan kemampuan seorang pemimpin
hanya akan memberikan kekecewaan kepada masyarakat yang telah memberinya
amanah. Dengan kata lain pemimpin yang mengesampingkan profesionalitas
tidak akan dapat membuat masyarakatnya menjadi maju dan sejahtera.
Sekali lagi, pilih pemimpin berdasarkan profesionalitas bukan senioritas!
B. Menjadi Seorang Profesional
Menjadi
seorang professional bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk mencapainya,
diperlukan usaha yang keras, karena ukuran profesionalitas seseorang
akan dilihat dari dua sisi. Yakni teknis keterampilan atau keahlian yang
dimilikinya, serta hal-hal yang berhubungan dengan sifat, watak, dan
kepribadiannya.
Paling
tidak, ada delapan syarat yang harus dimiliki oleh seseorang jika ingin
menjadi seorang seorang pemimpin yang professional, yaitu sebagai
beriut:
1. Menguasai pekerjaan
Seseorang
layak disebut professional apabila ia tahu betul apa yang harus ia
kerjakan. Pengetahuan terhadap pekerjaannya ini harus dapat dibuktikan
dengan hasil yang dicapai. Dengan kata lain, seorang professional tidak
hanya pandai memainkan kata-kata secara teoritis, tapi juga harus mampu
mempraktekkannya dalam kehidupan nyata. Ia memakai ukuran-ukuran yang
jelas, apakah yang dikerjakannya itu berhasil atau tidak. Untuk menilai
apakah seseorang menguasai pekerjaannya, dapat dilihat dari tiga hal
yang pokok, yaitu bagaimana ia bekerja, bagaimana ia mengatasi
persoalan, dan bagaimana ia akan menguasai hasil kerjanya.
Seseorang
yang menguasai pekerjaan akan tahu betul seluk beluk dan liku-liku
pekerjaannya. Artinya, apa yang dikerjakannya tidak cuma
setengah-setengah, tapi ia memang benar-benar mengerti apa yang ia
kerjakan. Dengan begitu, maka seorang profesional akan menjadikan
dirinya sebagai problem solver (pemecah persoalan), bukannya jadi
trouble maker (pencipta masalah) bagi pekerjaannya.
2. Mempunyai loyalitas
Loyalitas
bagi seorang profesional memberikan petunjuk bahwa dalam melakukan
pekerjaannya, ia bersikap total. Artinya, apapun yang ia kerjakan
didasari oleh rasa cinta. Seorang professional memiliki suatu prinsip
hidup bahwa apa yang dikerjakannya bukanlah suatu beban, tapi merupakan
panggilan hidup. Maka, tak berlebihan bila mereka bekerja
sungguh-sungguh.
Loyalitas
bagi seorang profesional akan memberikan daya dan kekuatan untuk
berkembang dan selalu mencari hal-hal yang terbaik bagi pekerjaannya.
Bagi seorang profesional, loyalitas ini akan menggerakkan dirinya untuk
dapat melakukan apa saja tanpa menunggu perintah. Dengan adanya
loyalitas seorang professional akan selalu berpikir proaktif, yaitu
selalu melakukan usaha-usaha antisipasi agar hal-hal yang fatal tidak
terjadi.
3. Mempunyai integritas
Nilai-nilai
kejujuran, kebenaran, dan keadilan harus benar-benar jadi prinsip dasar
bagi seorang profesional. Karena dengan integritas yang tingi, seorang
profesional akan mampu membentuk kehidupan moral yang baik. Maka,
tidaklah berlebihan apabila dikatakan bahwa seorang professional tak
cukup hanya cerdas dan pintar, tapi juga sisi mental. Segi mental
seorang professional ini juga akan sekaligus menentukan kualitas
hidupnya. Alangkah lucunya bila seseorang mengaku sebagai profesional,
tapi dalam kenyataanya ia seorang koruptor atau manipulator ?
Integritas
yang dipunyai oleh seorang professional akan membawa kepada penyadaran
diri bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan, hati nurani harus tetap
menjadi dasar dan arah untuk mewujudkan tujuannya. Karena tanpa
mempunyai integritas yang tinggi, maka seorang professional hanya akan
terombang-ambingkan oleh perubahan situasi dan kondisi yang setiap saat
bisa terjadi. Di sinilah intregitas seorang professional diuji, yaitu
sejauh mana ia tetap mempunyai prinsip untuk dapat bertahan dalam
situasi yang tidak menentu.
4. Mampu bekerja keras
Seorang
profesional tetaplah manusia biasa yang mempunyai keterbatasan dan
kelemahan. Maka, dalam mewujudkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai,
seorang professional tidak dapat begitu saja mengandalkan kekuatannya
sendiri. Sehebat-hebatnya seorang profesional, pasti tetap membutuhkan
kehadiran orang lain untuk mengembangkan hidupnya. Di sinilah seorang
professional harus mampu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
Dalam hal ini, tak benar bila jalinan kerja sama hanya ditujukan untuk
orang-orang tertentu. Seorang profesional tidak akan pernah
memilih-milih dengan siapa ia akan bekerja sama.
Seorang
profesional akan membuka dirinya lebar-lebar untuk mau menerima siapa
saja yang ingin bekerja sama. Maka tak mengherankan bila disebut bahwa
seorang profesional siap memberikan dirinya bagi siapa pun tanpa pandang
bulu. Untuk dapat mewujudkan hal ini, maka dalam diri seorang
profesional harus ada kemauan menganggap sama setiap orang yang
ditemuinya, baik di lingkungan pekerjaan, sosial, maupun lingkungan yang
lebih luas.
Seorang
profesional tidak akan merasa canggung atau turun harga diri bila ia
harus bekerja sama dengan orang-orang yang mungkin secara status lebih
rendah darinya. Seorang profesional akan bangga bila setiap orang yang
mengenalnya, baik langsung maupun tidak langsung, memberikan pengakuan
bahwa ia memang seorang profesional. Hal ini bisa dicapai apabila ia
mampu mengembangkan dan meluaskan hubungan kerja sama dengan siapa pun,
di mana pun, dan kapan pun.
5. Mempunyai Visi
Seorang
profesional harus mempunyai visi atau pandangan yang jelas akan masa
depan. Karena dengan adanya visi tersebut, maka ia akan memiliki dasar
dan landasan yang kuat untuk mengarahkan pikiran, sikap, dan
perilakunya. Dengan mempunyai visi yang jelas, maka seorang profesional
akan memiliki rasa tanggung jawab yang besar, karena apa yang
dilakukannya sudah dipikirkan masak-masak, sehingga ia sudah
mempertimbangkan resiko apa yang akan diterimanya.
Tanpa
adanya visi yang jelas, seorang profesional bagaikan “macan ompong”,
dimana secara fisik ia kelihatan tegar, tapi sebenarnya ia tidak
mempunyai kekuatan apa-apa untuk melakukan sesuatu, karena tidak
mempunyai arah dan tujuan yang jelas. Dengan adanya visi yang jelas,
seorang profesional akan dengan mudah memfokuskan terhadap apa yang ia
pikirkan, lakukan, dan ia kerjakan.
Visi
yang jelas juga memacunya menghasilkan prestasi yang maksimal,
sekaligus ukuran yang jelas mengenai keberhasilan dan kegagalan yang ia
capai. Jika gagal, ia tidak akan mencari kambing hitam, tapi secara
dewasa mengambil alih sebagai tanggung jawab pribadi dan profesinya.
6. Mempunyai kebanggaan
Seorang
profesional harus mempunyai kebanggaan terhadap profesinya. Apapun
profesi atau jabatannya, seorang profesional harus mempunyai penghargaan
yang setinggi-tingginya terhadap profesi tersebut. Karena dengan rasa
bangga tersebut, ia akan mempunyai rasa cinta terhadap profesinya.
Dengan
rasa cintanya, ia akan mempunyai komitmen yang tinggi terhadap apa yang
dilakukannya. Komitmen yang didasari oleh munculnya rasa bangga
terhadap profesi dan jabatannya akan menggerakkan seorang profesional
untuk mencari dan hal-hal yang lebih baik, dan senantiasa memberikan
kontribusi yang besar terhadap apa yang ia lakukan.
7. Mempunyai komitmen
Seorang
profesional harus memiliki komitmen tinggi untuk tetap menjaga
profesionalismenya. Artinya, seorang profesional tidak akan begitu mudah
tergoda oleh bujuk rayu yang akan menghancurkan nilai-nilai profesi.
Dengan komitmen yang dimilikinya, seorang akan tetap memegang teguh
nilai-nilai profesionalisme yang ia yakini kebenarannya.
Seseorang
tidak akan mengorbankan idealismenya sebagai seorang profesional hanya
disebabkan oleh hasutan harta, pangkat dan jabatan. Bahkan bisa jadi,
bagi seorang profesional, lebih baik mengorbankan harta, jabatan,
pangkat asalkan nilai-nilai yang ada dalam profesinya tidak hilang.
Memang,
untuk membentuk komitmen yang tinggi ini dibutuhkan konsistensi dalam
mempertahankan nilai-nilai profesionalisme. Tanpa adanya konsistensi
atau keajekan, seseorang sulit menjadikan dirinya sebagai profesional,
karena hanya akan dimainkan oleh perubahan-perubahan yang terjadi.
8. Mempunyai Motivasi
Dalam
situasi dan kondisi apa pun, seorang professional tetap harus
bersemangat dalam melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Artinya,
seburuk apa pun kondisi dan situasinya, ia harus mampu memotivasi
dirinya sendiri untuk tetap dapat mewujudkan hasil yang maksimal.
Dapat
dikatakan bahwa seorang professional harus mampu menjadi motivator bagi
dirinya sendiri. Dengan menjadi motivator  bagi dirinya sendiri,
seorang professional dapat membangkitkan kelesuan-kelesuan yang
disebabkan oleh situasi dan kondisi yang ia hadapi. Ia mengerti, kapan
dan di saat-saat seperti apa ia harus memberikan motivasi untuk dirinya
sendiri.
Dengan
memiliki motivasi tersebut, seorang professional akan tangguh dan
mantap dalam menghadapi segala kesulitan yang dihadapinya. Ia tidak
mudah menyerah kalah dan selalu akan menghadapi setiap persoalan dengan
optimis. Motivasi membantu seorang professional mempunyai harapan
terhadap setiap waktu yang ia lalui, sehingga dalam dirinya tidak ada
ketakutan dan keraguan untuk melangkahkan kakinya.
Akhirnya
saya berdo’a kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa agar saya dapat
menjadi pemimpin yang Profesional sehingga saya bersama seluruh
komponen masyarakat dapat merealisasikan cita-cita untuk menjadikan
masyarakat Lombok Barat yang maju dan sejahtera lahir dan batin dalam ridho Allah SWT, Amiin ya Rabbal 'Alamin
Jumat, 27 September 2013
Minggu, 16 Juni 2013
I LOVE U MOM ...
Ibu adalah sesorang yang sangat berarti
untuk kita, karena berkat beliau kita ada di dunia ini, semangat beliau dalam
merawat kita sangatlah besar, sejak dikandungan beliau selalu menjaga kita,
ketika dilahirkan susah payah mempertaruhkan nyawa sekali pun beliau lakukan
demi kita, merawat kita dari kecil sampai sekarang ini, tentunya ini bukan
pekerjaan yang mudah ! kasih sayang beliau tak akan tergantikan, lantas apakah
kalian sudah membalasnya? membahagiakan ibu kita ? apakah anda pernah
mengecewakan ibu kita ? jawab pertanyaan tersebut dalam hati. renungkanlah
bahagiakanlah selagi beliau masih hidup.
Langganan:
Postingan (Atom)









